Sinopsis
Resonansi Rasa menelusuri lapisan emosi manusia yang sering disangkal, disembunyikan, atau dipaksakan diam.
Buku ini mengajak pembaca mengenali rasa bukan sebagai kelemahan, tetapi sebagai bahasa jiwa yang paling jujur. Luka, rindu, takut, dan syukur diperlakukan sebagai cermin, bukan untuk meratap, melainkan untuk memahami arah hati. Di setiap refleksi, pembaca diajak belajar menimbang rasa dengan iman, agar emosi tidak menguasai, tetapi juga tidak dimatikan. Resonansi Rasa adalah latihan kedewasaan batin: bagaimana merasa tanpa tersesat, dan mencintai tanpa kehilangan Tuhan.