Sinopsis
Kematian adalah satu-satunya kepastian yang tak pernah ingkar janji. Kita semua sedang mengantri di koridor waktu, menunggu giliran nama kita dipanggil oleh Sang Pemilik Nafas. Namun, mengapa kita seringkali begitu sibuk menghias rumah sementara, hingga lupa mempelajari adab untuk pulang ke rumah yang sesungguhnya?
Saat maut datang mengetuk, ia tidak membawa ketakutan bagi jiwa yang telah bersiap. Namun, bagi mereka yang lalai, sakaratul maut bisa menjadi momen yang paling menggetarkan jiwa.
Buku ini hadir sebagai kompas spiritual bagi Anda yang merindukan akhir yang indah.
Di dalamnya, Anda akan menemukan jawaban atas tanya yang sering tersembunyi di relung kalbu:
• Bagaimana hakikat perjalanan ruh saat tabir dunia mulai
tersingkap?
• Apa yang sebenarnya dirasakan oleh manusia di detik-detik
sakaratul maut?
• Bagaimana adab yang benar saat kita mendampingi orang
terkasih di ambang batas hayatnya?
• Rahasia apa yang dilakukan para kekasih Allah SWT. hingga
mampu menjemput Husnul Khatimah dengan senyuman?
Ditulis dengan kedalaman dalil dan bahasa yang menyentuh nurani, Cahaya di Gerbang Sunyi bukan sekadar buku tentang kematian. Ia adalah buku tentang cara mencintai kehidupan dengan cara mempersiapkan kepulangan.
Karena pada akhirnya, bukan tentang berapa lama kita hidup yang akan dihisab, melainkan tentang bagaimana keadaan hati kita saat menutup usia.
Mari belajar cara "pulang" dengan tenang, martabat, dan penuh ridha.
"Hidup adalah sebuah perjalanan, dan kematian adalah kepulangan yang agung. Buku ini menuntun kita agar tidak tersesat di saat-saat terakhir yang paling menentukan."
Hidup Sekali, Berarti lalu Mati.