Sinopsis
Dunia sedang demam panggung; sibuk memakai jas, mengencangkan dasi, dan mematut diri di cermin yang retak. Kita dipaksa lari mengejar sukses sampai napas ngos-ngosan, padahal kebahagiaan seringnya cuma sedang meringkuk di lipatan baju yang lupa disetrika, atau sedang leyeh-leyeh di dasar cangkir kopi yang ampasnya belum sempat kau eja.
Penulis mengajakmu berziarah ke hal-hal yang (katanya) remeh. Menengok doa di bawah bantal, menyapa sepi di piring makan.
Buku ini adalah teman duduk bagi nasibmu yang sering terlambat, sementara dunia terburu-buru pergi. Bacalah dengan santai. Kalau tidak mau baca, ya sudahlah. Yang penting kopimu jangan sampai dingin, nanti dia masuk angin.