Sinopsis
Berdaya bukan berarti tak pernah terluka. Berdaya adalah tentang kita memegang kendali penuh atas narasi sendiri. Lewat Rasa, Asa , dan Cita, kita akan melihat bahwa menjadi perempuan berdaya tidak selalu tentang kesuksesan yang tampak megah di permukaan, melainkan tentang keputusan-keputusan berani yang diambil.
Rasa, Asa, dan Cita adalah sebuah persembahan bagi sunyi yang bicara, bagi luka yang menjelma mutiara, dan bagi setiap perempuan yang memilih untuk tetap tegak saat badai mencoba merubuhkannya. Buku ini mengumpulkan serpihan kisah tentang mereka yang berani mendefinisikan ulang arti "daya".
Buku ini menjadi bacaan penting bagi siapa pun yang ingin melihat bagaimana perempuan bergerak, berdampak, dan tetap berpijak pada kakinya sendiri.