Sinopsis
Dalam hidup, kita seringkali tidak menyadari bahwa anugerah terindah justru lahir dari luka yang pernah kita sembunyikan. Luka yang terpendam sangat lama.
Antologi cerpen ini merangkum doa-doa yang lirih di sepertiga malam, harapan yang tumbuh dari reruntuhan masa lalu, dan kenangan tentang kemarin yang tak pernah benar-benar usai.
Setiap kisah adalah perjalanan jiwa—tentang kehilangan, penantian, keikhlasan, serta keberanian memaafkan diri sendiri. Di antara gelap dan terang, tokoh-tokohnya belajar bahwa Tuhan selalu menyelipkan makna pada setiap perpisahan. Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita, melainkan cermin bagi hati yang pernah retak. Namun tetap memilih untuk percaya lagi pada cinta dan takdir-Nya.