Sinopsis
Nunik menikah demi rasa aman, bukan demi bahagia. Arman dipilih ayahnya karena pendidikan dan logikanya, dianggap mampu melindungi masa depan Nunik. Namun setelah pernikahan, rumah itu justru dipenuhi keheningan. Komunikasi mati pelan pelan. Setiap usaha Nunik untuk bicara selalu dipatahkan oleh alasan yang terdengar benar.
Kesepian Nunik makin dalam ketika orang ketiga hadir tanpa pernah benar benar diakui. Keluarga Arman ikut campur, membenarkan Arman, dan menjadikan pendidikan Nunik yang rendah sebagai alasan untuk meremehkannya. Ia disebut terlalu perasaan, tidak paham, dan selalu salah.
Di rumah yang katanya aman, Nunik dibiarkan sendirian. Tidak ditinggalkan, tapi juga tidak digenggam. Pendidikan yang tak pernah ia miliki berubah menjadi senjata untuk mengecilkan dirinya sendiri.
Ini adalah cerita tentang pernikahan tanpa suara, cinta yang dingin, dan seorang perempuan yang perlahan hilang di tengah orang orang yang merasa paling benar.