Sinopsis
Mungkin "koma" adalah bentuk rasa sakit paling jujur. Tidak berteriak, tidak menuntut. Hanya diam yang memaksa semua orang mendengar.
Tujuh tahun rasa sakit itu diterima tanpa perlawanan berarti. Dengan senyum, dengan sabar, dengan janji yang tak pernah dia ingkari. Sampai suatu saat dia berhenti tersenyum. Dan seorang Argha Dewantara akhirnya mengerti; kadang kehilangan baru terasa saat yang ditinggal sudah tak punya tenaga untuk pergi.
Ini kisah tentang luka yang tak pernah minta dimengerti. Novel ini bukan rentetan cinta yang sempurna, tapi tentang harga dari diam yang terlalu lama diabaikan.