Sinopsis
Bagi Melih Kasir, seorang putra Betawi asli Bekasi, kemerdekaan bukan sekadar pekik di radio; itu adalah bisikan sunyi di sarang musuh. Di tengah api revolusi yang membakar kampung halamannya, ia memilih jalan paling berbahaya sebagai agen intelijen Tentara Keamanan Rakyat.
Ia bukan sekadar prajurit; ia adalah hantu yang menyusup ke jantung pertahanan Belanda. Setiap hari ia dipaksa menjadi saksi bisu dari kengerian "masa bersiap" yang tak tercatat dalam buku sejarah—semuanya terjadi di tanah kelahirannya sendiri. Bahaya terbesar bukanlah peluru musuh, melainkan kebenaran mengerikan yang ia saksikan dalam diam. Ketika kegelapan perang mengancam menelan jiwanya, pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan selamat, tetapi apakah akan ada yang tersisa dari dirinya untuk diselamatkan.