Jumlah Halaman : 160 Halaman
Penerbit : KMO Indonesia
Nama Penulis : Ayub Bansole
Kategori : Umum
Layouter : Yoga Ade Pratama
Designer Cover : Yoga Ade Pratama
Editor : KMO Indonesia
Tahun Terbit : 2026
Bulan terbit : Agustus
Budaya orang-orang yang tinggal di pedalaman Timor, khususnya di kampung Tuahela adalah anak-anak wajib membantu orang tua untuk berkebun. Sebab, bagi anak yang terlalu rajin pergi ke sekolah tidak akan diberi makan ketika anak tersebut kembali dari sekolah. Orang tua akan berkata kepada anaknya untuk meminta makan dari guru. Anak-anak membagi waktu tiga hari pergi ke sekolah dan tiga hari membantu orang tua, agar mendapat makanan kalau sudah pulang sekolah. Ketika, dinyatakan lulus SMP Pelita Oemofa, ia menerima sendiri ijazah SMPnya. Lalu, ia berjalan kaki sejauh lima-tujuh kilo meter untuk menangkap seekr ayam betina miliknya dan berjalan ke jalan raya menunggu truk yang kembali dari pasar di Oemofa. Ia menghentikan truk yang hendak ke kota Kupang dan menggendong ayam betina bersama ijazahnya dan duduk di atas truk. Di tengah jalan dalam hutan rimba, ayam betinanya bertelur hingga ia sibuk memegang telur dan pecah dan rusak ijazahnya. Pada besok harinya, mereka tiba di kota Kupang. Perjuangannya yang gigih memberi inspirasi bagi orang lain. Ia, tidak memberi harta atau uang, tetapi hidupnya memberi dampak kepada anak-anak muda satu kampung, bahkan kampung-kampung di sekitarnya untuk berjuang. Kornalius Bansole adalah orang pertama dari kampung Tuahela yang masuk Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Suatu kebanggaan bagi orang Tuahela, karena salah satu anak dari Tuahela menjadi mahasiswa dari Universitas Negeri di Kota Kupang dan Indonesia Timur pada umumnya. Sekarang di era tahun 2000-an ini, sudah berapa anak dari kampung Tuahela dan kampung-kampung sekitar yang bangga karena anak mereka lulus sarjana di Kota Kupang. Ada yang lulusan sekolah Theologia, ada yang lulusan dari Perguruan Tinggi Pertanian atau Peternakan dan berbagai jurusan lain. Benarlah kata pakar Komunikasi John Maxwel, pemimpin adalah pengaruh. Tidak lebih dan tidak kurang. Pemimpin itu berpengaruh bukan karena posisi, tetapi karena hidupnya.